Inspirasi dari Azim Premji

18 12 2008
Di tengah hiruk pikuk India yang padat penduduk, anda mungkin tidak akan menyangka bila berjumpa dengan pria ini. Dia seperti orang kebanyakan di India, naik kendaraan umum bahkan berjalan kaki adalah hal yang biasa dilakukannya sehari-hari. Dia tak pernah dijemput atau dikawal oleh para bodyguard. Padahal pria bernama Azim Premji yang lahir di Mumbay India pada 24 Juli 1945 ini adalah seorang multimilyuner yang terkenal dan salah satu orang terkaya di dunia.

Azim Premji adalah seorang yang sukses menyulap sebuah perusahaan minyak goreng bernama Wipro menjadi konglomerasi perusahaan dengan salah satunya adalah Wipro Technologies yang merupakan ikon kebangkitan industri teknologi informasi di India. Azim Premji adalah orang terkaya ke-21 di dunia versi majalah Forbes.

Azim Premji dan keluarganya yang beragama Islam, termasuk kaum minoritas di India. Ayahnya seorang pengusaha dan pemilik perusahaan Minyak goreng, wafat ketika usahanya itu sedang colaps. Saat itu Azim Premji masih kuliah di Stanford University Inggris dipanggil pulang. Dia harus meninggalkan kuliahnya di bidang IT untuk melanjutkan perusahaan Minyak Goreng peninggalan Ayahnya yang sedang colaps.

Dalam kondisi terdesak, Azim meneruskan usaha warisan ayahnya itu. Dia harus berhadapan dengan para pemegang saham yang meragukan kapabilitasnya karena usianya yang terbilang muda dan buta tentang bisnis minyak goreng. Hal itu tidak membuatnya surut, Azim muda justru bertindak tegas dengan membeli semua saham orang-orang yang meragukannya itu, hal itu juga membuatnya giat mempelajari berbagai hal tentang usahanya. Dia membeli setumpuk buku, dengan tekun Azim melahap buku-buku bisnis dalam setahun. Dia membaca semuanya, terutama pada larut malam dan subuh.

Diawal kepemimpinannya diperusahaan, adalah masa-masa sulit. Azim membangun ulang pondasi perusahaan dengan mendirikan gaya manajemen dan budaya perusahaan yang kuat bagi perjalanan perusahaan selanjutnya. Ia mampu merubah kebiasaan para staff yang memutuskan sesuatu berdasarkan naluri dan tradisi, menjadi lebih terukur dengan pendekatan analisis dan numerik. Azim juga menjadi teladan bagi karyawannya, dia bersedia kerja lembur dan kadang dalam kondisi yang tidak menyenangkan. Azim menerapkan kebijakan yang menentang arus, dia melarang seluruh staffnya untuk terlibat dalam praktek korupsi dan suap. Secara konsisten dia membuktikan dengan memecat staffnya yang terbukti terlibat dalam kegiatan haram itu. Ternyata hal itu membuat perusahaannya menjadi semakin menonjol dan terpercaya. Tak heran, perusahan minyak goreng itu berkembang pesat dan semakin besar.

Setelah sukses dengan bisnis minyak goreng, ia juga berhasil memutar haluan core business usahanya itu menjadi usaha berbasis teknologi informasi (TI), tanpa meninggalkan bisnis minyak goreng yang telah membuatnya sukses . Sebab, dari pengalamannya menimba ilmu di Amerika, Azim menemukan bahwa TI akan menjadi unit usaha yang sangat menguntungkan di masa depan. Azim pun kemudian membangun bisnis Wipro Technologies untuk mewujudkan visi nya itu. Kerjakerasnya itu terlihat hasilnya saat ini, Wipro di tangan Azim menjelma menjadi imperium bisnis di bidang TI yang sangat besar. Wipro Technologies bukan hanya menjadi perusahaan TI terbesar di India, bahkan termasuk salah satu yang terbesar di dunia. Baca entri selengkapnya »





40 orang terkaya di indonesia tahun 2008 versi forbes

12 12 2008

Forbes Asia mencatat terjadi penurunan jumlah aset dari 40 orang terkaya di Indonesia dari semula US$ 40 miliar menjadi US$ 21 miliar. Penurunan ini seiring dengan anjloknya pasar global, turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 54% dibanding tahun lalu, dan melemahnya rupiah.

14 konglomerat tercatat mengalami penurunan aset hingga lebih dari separuhnya seperti Aburizal Bakrie dan Eka Tjipta Widjaja dan hanya dua yang mengalami pertambahan aset. Pendatang baru di daftar kali ini adalah Low Tuck Kwong yang sukses melakulan go public atas perusahaannya PT Bayan Resources Tbk.

Sementara posisi nomor satu kembali dipegang oleh Sukanto Tanoto dengan kekayaan US$ 2,7 miliar. Sementara raja rokok Rahman Halim yang meninggal pada Juli lalu, kini diwakili oleh lima saudara lainnya dibawah bendera Wonowidjojo.

Berikut daftar 40 orang terkaya Indonesia:

1. Sukanto Tanoto US$ 2 miliar
2. R. Budi Hartono US$ 1,720 miliar
3. Michael Hartono US$ 1,680 miliar
4. Putera Sampoerna US$ 1,500 miliar
5. Martua Sitorus US$ 1,300 miliar
6. Peter Sondakh US$ 1,050 miliar
7. Eddy William Katuari US$ 1,040 miliar
8. Eka Tjipta Widjaja US$ 950 juta
9. Aburizal Bakrie US$ 850 juta
10. Murdaya Poo US$ 825 juta Baca entri selengkapnya »





Nokia 3120 classic wireless Presenter

3 12 2008

nokia-3120-classic-mobile-review-3Bagi anda pengguna nokia 3120 classic, handphone dari nokia ini sudah tertanam aplikasi wireless presenter, yang juga bisa berfungsi sebagai remote desktop dengan koneksi bluetooth.

saya pun mencoba aplikasi ini di laptop , dan hasilnya tidak berjalan walaupun laptop saya sudah terkoneksi bluetooth aktif.

Setelah saya membaca manualnya, Ternyata kita butuh software tambahan yaitu Nokia PC server wireless presenter, yang bisa kita download disini atau disini

walaupun software ini di rekomendasikan untuk nokia 6260, tapi tidak ada salah nya dicoba , dan hasilnya pun memuaskan,software ini juga bekerja untuk nokia 3120 classic.

ada beberapa hal yang harus di perhatikan, yaitu port COM yang di gunakan pada bluetooth PC / laptop kita, sesuaikan dengan mensetting software nokia wireless presenter ke Port COM yang sama dengan bluetooth.

jika Bluetooth kita menggunakan COM 10, maka Nokia Wireless Presenter Kita pun harus berada di Port COM yang sama, agar bisa terkoneksi.

setelah itu gunakan Handphone nokia anda untuk meremote desktop, juga untuk meremote presentasi anda





Partai Keadilan VS Partai Keadilan Sejahtera

2 12 2008

Teng, tong, teng, tong.. “Diberitahukan kepada penumpang kereta Argo Bromo jurusan Surabaya, agar menuju ke peron 3 karena kereta sebentar lagi akan memasuki stasiun”, suara pengumuman yang cukup keras itu membuyarkan lamunan saya. Saya sendiri bukan mau naik kereta itu tapi sedang menunggu kereta lain jurusan.

* * *

Saya kemarin mendapat imel dari seseorang yang mana dia mengirimkan kepada saya tentang 8 alasan mengapa memilih PKS. Mengapa delapan? Yah, mungkin terkait dengan nomor urut PKS yang memang bernomor 8.

Awalnya saya menganggap bahwa ini iklan politik. Saya coba baca isinya dan saya membenarkan isi dari imel itu. Memang 8 (walau terkesan dipaksakan) alasan itu menampilkan sisi-sisi kebaikan PKS, yang mana saat deklarasi pendiriannya dulu (saat itu masih bernama PK) di masjid Al-Azhar, saya berdua dengan kawan yang mensyut acara itu, lalu mengedit filmnya, saya tambahkan opening title di awalnya.

Saya ingat betul video itu diedit ‘masih kasar’ karena belum ada program editing yang mudah digunakan dan komputer juga belum sebagus sekarang. Jadi cara mengedit dengan menggunakan tape to tape, cara analog. Wah, pokoknya ribet asli deh.

Lagu pembukanya menggunakan soundtrack dari film Batman Returns (hehehe.. lagi-lagi Batman, yah) dan film itu diberikan narasi juga oleh kawan saya. Pun dalam video itu dibuat cerita bahwa, ‘bermula dari kesuksesan partai Refah di Turki, bla bla bla’ dan voila, jadilah sebuah video promosi. Video itu kemudian dikopi dan disebarkan ke seluruh Indonesia (kalau tidak salah begitu deh ya). Nah, itulah video pertama yang kami berdua kerjakan.

* * *

Kembali ke bumi setelah mengawang-awang bernostalgia.

Saya membayangkan diri saya sekarang ini sedang menunggu sebuah partai yang dulu pernah menjadi kereta dengan gerbong eksklusif (bukan eksekutif), dimana kereta itu bagus tampaknya dari luar dan nyaman saat di dalamnya.

Saya bayangkan juga sebuah kereta ekonomi, dimana semua orang bahkan kambing sekalipun duduk bareng bersama dalam satu gerbong. Para pedagang bersliweran menjajakan entah itu makanan, sampai kipas mini bertenaga batere. Maklum, hawanya lebih panas karena semuanya masuk berjubel.

Beda dengan kereta yang di awal, dimana isi penumpangnya sedikit dan kereta jauh lebih nyaman karena tidak ada pedagang yang masuk, kambing tidak ikut naik dan berpendingin udara, sehingga lebih sejuk.

Saya membandingkan antara PK dan PKS, maka saya mendapatkan kenyataan yang seperti itu. PK dulu adalah partai yang ‘eksklusif’ karena hanya orang-orang yang ikut ‘pengajian’, ikut tarbiyah, ikut halaqoh dan sebagainya yang lantas mereka menjadi pondasi massa, yang menjadi grass root bagi partai yang mulai saat dideklarasikan sampai sekarang ini masih tetap fenomenal dan kadang kontroversial.

Saat masih eksklusif

Saat itu sepertinya masa keemasan dan masa kejayaan bagi PK, karena pada waktu itu semuanya baik. Semua bahu membahu berjuang agar PK bisa menjadi partai yang ‘lain daripada yang lain’, dimana yang tampil adalah wajah-wajah muda nan segar yang menjadi pemimpin serta anggotanya.

Tampil orang-orang muda terpelajar yang cerdas, bersih, jujur, bisa dipercaya dan juga enak saat diajak bicara, karena bahasan mereka lugas dan mendalam. Tidak terkesan sebagai partai cemen yang berisi orang-orang cuma iseng bikin partai, karena kesempatan mendirikan partai saat itu dibuka lebar-lebar oleh pemerintah.

Tokoh-tokoh muda yang tampil selama ini memang sudah dikenal di kalangan mereka sebagai orang yang berpengetahuan luas, seorang ustadz yang biasa bicara masalah agama dan lancar bicara masalah politik. Bukan sekedar ustadz karbitan dan politikus oportunis, yang menggunakan pesona dan kharisma untuk menjaring massa. Bahkan kebanyakan dari mereka malah tidak dikenal oleh banyak orang dan hanya ‘untuk kalangan sendiri’.

PK pada saat itu tampil seolah ‘melawan arus’, melawan kebiasaan. Entah itu memang sekedar manuver politik, atau memang mereka menciptakan brand image tersendiri, menciptakan trendsetter yang lain daripada yang lain.

Hal itu seolah menjadi pedang bermata dua. Di sisi lain orang memuji ‘gerakan moral’ yang dilakukan oleh PK sementara di sisi lain tindakan ‘di luar manuver politik’ dimana PK dikenal sebagai ‘partainya anak muda militan’, yang suka membid’ahkan ‘ritual-ritual keagamaan’ seperti tahlilan, yasinan dan sebagainya. Cap miring pengikut ‘wahabi’, bukan Islam, bukan NU, bukan Muhammadiyah, pokoknya yang bukan-bukan, menjadikan PK bukan sebagai partai pilihan dan idaman.

Tapi, bukannya PK ditinggalkan, malah makin bertambah penggemarnya. Rupanya gerakan moral seperti para politisi PK tidak ada yang terlibat korupsi, perilaku kehidupan mereka yang jauh dari kesan glamour dan seperti mau menghabiskan uang rakyat. Bahkan dalam banyak kasus, kesan sederhana yang selalu ditonjolkan oleh beberapa orang teman saya yang sempat mengenyam bangku wakil rakyat, itu memang menjadi promosi efektif dalam membangun kepercayaan orang kepada mereka dan kepada partai.

Segala kesantunan para politisi PK yang selama ini tidak pernah tampil dari partai lain, seolah menjadi sebuah ukuran bahwa, ‘politik itu kotor, tapi bukan berarti politisi harus ikut menjadi kotor’. Mereka membawakan politik, partai, politisi seolah seperti saat mereka sedang berceramah, seperti mereka sedang mengkaji sebuah topik dalam pengajian. Dan itu semua menjadi daya tarik yang cukup besar bagi rakyat yang sudah muak dengan segala janji penuh tipu daya dan rayuan maut dari partai dan politisi yang mengatasnamakan rakyat tapi hidup makmur dari uang rakyat. Baca entri selengkapnya »